Arti Bacaan Shalat lengkap

Self reminder

Arihaz99's Blog

Bacaan Shalat Lengkap dan Artinya

Takbiratul ihram

Allahu Akbar

Allah Maha Besar

Do’a Iftitah

Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha

(Kuhadapkan wajahku, ke hadapan Dzat yang Mencipta langit dan bumi)

haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikin

(Kumenghadapdengan hati cenderung kepada-Nya, dan aku bukan tergolong orang2 yang menyekutukan-Nya)

Inna shalaati, wa nusuki, wamahyaaya wa mamaati, lillaahii rabbil ‘aalamiin

(Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya bagi Allah Tuhan semesta alam)

Laa syariikalahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin

(Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan, dan aku tergolong orang-orang yang berserah diri—muslimin)

Al-fatihah

Bismillaahirrahmaanirrahiim

(Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang)

Alhamdulillaahi rabbil Aalamiin

(Segala puj bagi Allah, tuhan semesta alam)

Arrahmaanirrahiim

(Yang maha pengasih lagi maha penyayang)

Maaliki yaumid diin

(Yang merajai hari pembalasan)

Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin

(Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)

Ihdinash shiraathal mustaqiim

(Tunjukilah kami jalan…

Lihat pos aslinya 423 kata lagi

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Ternyata Berkesan.

Aku sedang duduk di kursi panjang. Menunggu Shuttle Bus datang yang akan segera mengembalikanku ke Tanah Ondel-Ondel. Aku termenung.

Sepi. Sangat sepi.

Biasanya jam segini aku sudah mulai berdiskusi dengan kakak-kakakku. Baik urusan duniawi maupun urusan akhirat. Tak kusangka perjalanan ke Bandung ini menjadi tamparan bagiku untuk melihat apa sebenarnya tujuanku hidup di dunia ini.

Aku rindu diskusi. Aku rindu masalah-masalah itu.

Entah kapan lagi akan kutemui waktu untuk berkumpul bersama lagi. Mungkin ketika kami sudah berkeluarga kelak? Dan membawa Dali kecil bersama, agar ia melihat bagaimana Ayahnya berdiskusi bersama Paman dan Bibinya. Atau mungkin tak akan pernah lagi kutemui waktu seperti ini?

Bisa jadi.

Mengingat kakak-kakakku kini sedang dalam proses kesuksesan. Sehingga waktunya terlalu berharga untuk dibuang percuma. Lalu, aku teringat pembicaraan pukul 12.00 malam kemarin tentang berharganya waktu. Aku berbicara kepada Abang Suryaku.

“Bang, Jessica ini sudah membuka pintunya lalu meluangkan waktunya untuk berbicara 4 mata denganmu saja, harusnya kamu bersyukur. Karena waktu adalah hal yang sangat berharga yang dimiliki oleh manusia. Maka, jangan kau pertanyakan apa yang sudah ia berikan untukmu. Seharusnya kau bersyukur!”

Ucapanku mungkin bagai pisau yang menancap didadanya. Ia seperti terperangah. Namun kembali tertawa setelahnya. Sesuatu yang tampaknya sangat lama tak ditampakkannya.

Aku bahagia dapat melihat Abangku tertawa lepas selepas-lepasnya. Tampaknya matanya terbuka. Bahkan sebelum tidur, ia berdoa kepada Ar-Rahman. Ia berucap, terima kasih atas rezekimu, serta kau berikan kakak dan adik yang sayang kepadaku ya Allah. Ikatkanlah keseriusanku ini ke pohon yang tegar, agar aku dapat serius dalam meminang Jessica kelak.

Tak sadar, air mataku menetes. Tapi aku tetap saja pura pura tertidur. Hingga akhirnya ia tertidur pulas, aku masih bangun. Lalu kupandangi wajahnya yang tampak banyak sekali guratan masalah. Ingin rasanya kubantu, tapi aku tak bisa. Biarlah kau berjuang dulu sendiri agar kau mengerti apa artinya kerja keras.

Dan untuk Ayukku, Sarly dan Je. Aku sangat menyayangi kalian. Terima kasih atas ilmu yang bermanfaat ini. Jika ilmu ini kuteruskan kepada orang lain, tentu akan menjadi amal jariah untuk kalian berdua. Ajak aku terus ya untuk berdiskusi tentang Agama. Maaf jika ada kata-kataku yang kurang berkenan, atau menyinggung perasaan kalian. Tapi ketahuilah, aku menyayangi kalian hingga akhir zaman.

Dari aku, Adik kalian yang cerewet.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Games.

Sejak kecil, saya sudah senang bermain Games. Baik itu game visual, ataupun game interaksi dengan teman-teman lainnya. Bagi saya, games itu tidak hanya sekedar mencari kesenangan. Tapi juga ada semacam pembelajaran disana. Baik itu kerjasama tim, kekompakan, berlatih menahan egois, dan hal positif lainnya.

Sewaktu kecil, kita sudah pasti akrab dengan bola bekel, kasti,  bentengan, kelereng, atau layangan. Ada juga Sega Nintendo dengan Mario Bros nya, dan PlayStation 1 dengan segala kenangan indah didalamnya. Biasanya, jadwal sehari hari saya sudah teratur dan tak pernah saya lewatkan sekalipun. Jadwalnya adalah ; Sekolah – Pulang – Makan siang – Tidur Siang – lalu bangun dan bermain dengan teman teman kompleks. Bahkan saya rela melewatkan tidur siang dan bermain ketika matahari sedang menunjukkan keperkasaannya di awan.

Saya kecil tinggal di kota Bengkulu. Bengkulu adalah kota kecil. Sehingga jika pedal sepeda saya kayuh 5 menit, mungkin saya sudah bisa sampai ke tengah kota. Entah sekarang, mungkin kuda besi sudah banyak melintas disana. Saya sudah 11 tahun tidak kesana lagi. Kebetulan, didepan rumah saya masih banyak keluarga yang punya anak kecilnya. Hehehe sudah pasti, kami menjadi teman akrab disana. Sampai sekarang kami tetap berteman di dunia maya. Mulai dari memanjat pohon ceri, atau sekedar mandi hujan bersama dan bermain perosotan dari pelepah pisang. Hal yang mungkin tidak pernah dirasakan oleh anak perkotaan jaman sekarang. Mereka terlalu sibuk menembakkan burung ke arah bangunan, agar tidak ditertawakan oleh babi hijau.

Sampai saat ini pun, saya masih menyukai permainan. Karena mungkin saya berbintang Sagitarius ( bukan berarti saya percaya horoskop lo ya hehe), yang dilambangkan dengan manusia setengah kuda atau Centaur. Loh, kok bisa? Ya bisa, karena pada dasarnya kuda suka berlari/bermain. Walaupun agak ga nyambung, tapi sambung sambungin aja lah ya.. hehehe
Dulu, ketika kuliah, saya sangat keranjingan bermain dota/dota2. Cukup mahir saya memainkan permainan itu. Sebagai analoginya, saya pernah menempati poin (matchmaking ranking) 4500. Sementara paling mahir di dunia, poinnya adalah 6000. Untuk ukuran mahasiswa, bukan pro player, di kota kecil, di negara berkembang, yaaa lumayanlah… Tapi sekarang saya sudah tidak memainkannya lagi, karena sudah sampai di titik jenuh, dan karena udah kerja juga.. hehehe

Sehingga…. saya beralih ke…
CLASH OF CLANS!!

Pernah sih sebentar main Get Rich, tapi yaa.. ga enak aja.. mainnya mengandalkan keberuntungan. Saya kurang bagus dalam masalah hoki.. hahaha…
saya lebih suka permainan yang bukan semacam RPG (RPG disini maksudnya jika anda anak orang kaya, anda pasti akan memiliki karakter yang hebat, seperti RO, Seal dll), tapi semacam skill dari player itu sendiri. Winning Eleven, NBA 2K, Dota 2, COC adalah contohnya.

Ok, balik ke COC.
gamesnya cukup buat penasaran. penasaran ketika sedang clan war, anda merasa yakin bisa mendapatkan 3 bintang, tapi troops yang anda inginkan tidak bergerak sesuai dengan keinginan anda. disitulah rasa penasarannya. seakan akan kita diajak untuk tetap bermain, dan menjadi semacam candu. hahahaha…

Eits, tapi saya tidak melupakan “games” interaksi nya lo..
saya dalam 1 minggu, 2 kali bermain bulutangkis. sehingga, meskipun saya makannya banyak, badannya tetep stabil alhamdulillah… hehehe

Tapi jangan berlebihan ya mainnya…
Apalagi sampai melupakan kehidupan sosial, apalagi agama..
hmmm…. jadi ke haram deh jatuhnya… karena lalai dalam melakukan 2 hal diatas…

oke deh, sekian dulu..
kalo ada yang mau gabung di clan saya, atau main bulutangkis bareng… hayuk lah…
hehehe…
assalamualaikumm….

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Godly Logic

Sekarang aku mengerti. Sudah jelas bahwa Tuhan menciptakanmu dengan sangat mudah. Tuhan hanya perlu menambahkan sedikit gula di atas adonanmu agar kau terlihat manis ketika aku memandangmu. Ditambah lagi ketika proses itu terjadi, ada sedikit lengkungan di ujung bibirNya, yang membuat Malaikat pun memberhentikan petikan harpanya.

Semua alami.

Kau tercipta dari gula surga, dan senyuman indah sang Maha Pencipta.

Namun sayang, tampaknya Tuhan belum mendengarkan lisanku. Entah karena suaraku yang terlalu kecil untuk sampai di telingaNya, atau mungkin Tuhan terus memperhatikanmu, dan mencarikan jodoh yang terbaik untukmu. Bukannya apa apa, kamu ciptaanNya yang paling indah.

Ah, sudahlah. Bahkan jika aku berteriak sekencang-kencangnya pun, sudah pasti kau tak akan mendengar. Paling hanya sampai ujung Malaysia. Tak akan mungkin sampai kesana.

“Macam-macam saja permintaanmu itu, Dali. Aku punya Ilmu Ketuhanan. Aku bisa melihat masa depan. Jika kukabulkan doamu, justru kau akan menghilangkan senyumnya!”

Aku terkejut mendengar balasan Tuhan.

“Apa benar Tuhan?” Ucapku, seraya tak sadar ada setetes air meluncur ke pipi.
Langsung kurebahkan kedua tanganku, dan menghadap keatas.

“Tuhan, berikanlah ia jodoh yang terbaik. Yang mampu mengembangkan senyumnya bagai merpati mengepakkan sayapnya. Bagai lilin yang rela meleleh agar sang api tetap menyala. Namun biarkan ia tahu mengenai perasaanku Tuhan. Paling tidak, ia sudah tahu bahwa meskipun dunia runtuh, akan ada satu manusia yang terus memperhatikannya. Karena memang, Cinta tak harus memiliki, Kekasih Hati….”

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

it’s (not) only words #1

-masih banyak dunia bagian lain yang belum aku lihat, aku harus ‘menyelami’ dunia lebih dalam lagi-

Dipublikasi di it's (not) only words | Meninggalkan komentar

Kelemahan Saya :(

Dulu, ketika Supercamp 2009 dilakukan di kota Bandung, ada seorang Psikolog bernama Bu Dewi menanyakan satu pertanyaan ke saya.
Dali, kelemahan mu apa?
Ketika itu saya bingung, apa yang harus saya jawab ya? Untuk menjawab di bidang mata pelajaran sosial seperti sejarah dan geografi, nampaknya anak SD pun bisa menjawab hal serupa dengan jawaban saya. Ketika itu kalau tidak salah saya menjawab, bahwa kelemahan saya adalah tidak bisa melihat orang yang tidak mampu (maksudnya benar-benar tidak mampu seperti tua, memiliki penyakit serius, atau cacat, dsb) , dan meminta-minta uang ke saya. Entah kenapa hati saya seperti ingin memberikan uang sebanyak-banyaknya ke orang tersebut. Kenapa disebut kelemahan? Karena bayangkan jika saya memiliki uang pas-pasan (anggaplah 5ribu) dan dihadapkan pada dua pilihan, untuk membeli sesuatu yang sangat penting(seperti pensil dan penghapus untuk saya pakai ketika ujian besok siangnya) atau memberikan uang kepada orang tidak mampu tersebut. Jawabannya mudah ditebak, saya nampaknya lebih condong untuk memberikan uang ke orang tersebut. Entah bagaimana ujian saya besok saya tidak tahu, mau pinjem ke temen kek, atau ngutang kek. Lalu, bagaimana jika keesokan harinya temanmu tidak ada yang membawa pensil berlebih? Atau koperasi kampusmu tutup akibat satu hal dan lain sebagainya? Maka dari itu hal ini bisa saya sebut kelemahan.

Semakin menua, saya menemukan kelemahan kelemahan lain didalam diri saya.

Hal lainnya adalah, saya orangnya paling tidak bisa dipuji orang lain. Dipuji sedikit, hilanglah konsentrasi saya, geer lah saya seketika. Seakan akan ingin berteriak. Makanya dulu, waktu saya pacaran sama mantan saya, saya bisa ngambek kalo dipuji terus-terusan. Atau juga, ketika saya sedang marah, tiba tiba dia memuji saya. Hilanglah marah saya seketika. Mengesalkan sekali.

Tentunya masih ada kelemahan didalam diri saya yang tidak saya ceritakan.
Memang Allah itu maha adil, manusia diciptakanNya tidak ada yang sempurna.

Selamat malam.. 🙂

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Meninggalkan komentar

Hari Terakhir Gue Bersama Beswan Djarum

Kemarin, 14 April 2011 bisa dibilang hari yang, untuk dilupain tuh bego banget. Begitu banyak kenangan yang ada di tanggal ini. Maka dari itu saya mencoba untuk menulis kejadian apa saja di hari kemarin. Mengingat tujuan saya membuat blog ini adalah untuk mengenang kenangan yang pernah terjadi di dalam hidup saya, ketika saya masih remaja dulu. Oke mari kita mulai !

Hari itu, adalah hari terakhir saya sebagai BeswanDjarum mengikuti kegiatan acara dari Djarum sendiri. Setelah hari ini, tidak akan ada lagi acara bertemu beswan-beswan lainnya se-Indonesia yang disponsori oleh Djarum. Maklum, selama ini, kami bertemu memang melalui perantara Djarum sebagai “Sponsor” utama kami. Untuk bertemu lagi se-Indonesia , rasanya tidak mungkin mengingat budget pribadi kami yang sangaat jauh jaraknya dengan Djarum sebagai perantara tadi. Ada Palembang, Makassar, Malang, Purwokerto, Bandung, Madura, Tegal, Semarang, Yogyakarta, dan kota kota lainnya berkumpul di Yogyakarta guna menimba ilmu sekaligus menghilangkan rasa rindu diantara kami. Inilah latar belakangnya mengapa saya akan selalu mengingat hari ini (14 April).

Hari itu kami akan melakukan Debat antara Tim Biru dan Tim Kuning. Gue tergabung kedalam Tim Kuning yang secara resmi dinamai Tim Prambanan oleh Panitia Djarum. Sementara Tim Biru diberi nama Borobudur. Sebagaimana mestinya debat, di debat kali ini juga sama seperti debat debat lainnya. Ada Leader, Deputy, dan Wisp. Tugas Leader adalah pembuka bahan topik, dan conclusion dari topik. Deputy, berperan sebagai penguat bahan dari Leader, dan ‘menyerang’ statement tim lawan. Sementara Wisp, bisa dibilang sebagai kunci dari debat itu sendiri. Selain menyerang tim lawan, Wisp juga berperan untuk menahan ‘serangan-serangan’ dari tim lawan. Sampai pada malam tanggal 13 April itu, saya diberi amanah oleh Tim Kuning, untuk menjadi Wisp. Awalnya ragu, mengingat ini adalah Debat secara resmi (dan direkam oleh kamera) yang pertama kali saya ikuti. Namun, saya mencoba untuk mengalahkan rasa ragu itu. Akhirnya, saya meng-iyakan. Setalah diberi topik yang akan di debatkan besok, malam itu tim kuning berkumpul di kolam berenang guna berdiskusi dan menciptakan yel-yel yang dapat membangkitkan suasana sekaligus mematikan semangat tim lawan. Kenapa harus di kolam? Karena selain udaranya sejuk, disana juga bisa maen air.. hehehe.

Sampai akhirnya hari nya tiba. 14 April adalah debat resmi pertama di kehidupan saya. Setelah Subuh, saya tidur lagi. Kenapa? Tujuannya agar pikiran saya rileks, dan semangat ketika debat kelak (maksudnya cukup tidur). Temen sekamar udah heran ngeliat saya, mungkin dalem pikirannya mikir, ini anak kok mau debat malah tidur lagi, bukannya menghafal materi debat malah tidur lagi. Tapi alhamdulillah nya saya ga kesiangan, jam setengah 7 saya udah turun untuk sarapan dan sudah selesai mandi pagi. Pas lagi sarapan itulah saya mengajak teman-teman tim kuning untuk me-revisi sekali lagi bahan yang akan dibawa kelak, dan apa yang tidak seharusnya dibawa. Ternyata tuh, pemikiran manusia ketika malam hari dan ketika pagi hari memang berbeda. Sehingga ada beberapa bahan yang kalau jadi dibawa ke dalam debat, rasanya malah membunuh tim sendiri. Untunglah kami merevisi lagi.

Jam 9 akhirnya menjemput. Kalau gugup, saya pasti sakit perut. Itu hal yang saya takuti, dan ternyata benar. Hal itu terulang. Saya sakit perut! Saya ceritakan ini ke teman saya kalau saya sakit perut, ada yang bilang gini, “coba ketawa aja”. Saya lupa siapa yang bilang, tapi ternyata memang benar. Rasa gugup itu hilang ! Terimakasih teman, terimakasih tuhan ! Lalu kedua tim dipersilahkan masuk. Sehingga, untuk menghilangkan gugup tadi, ketika masuk ke ruangan, ketika debat, dan ketika menuju pintu keluar pun saya selalu tersenyum. Untungnya hal tersebut sangat membantu. ALHASIL, TIM KUNING MENAAAAAANGGG ! 😀 😀 YEAAAY !

Katanya, ini adalah kali pertama tim kuning menang ! Di batch 1 dan batch 2 yang diselenggarakan di Surabaya dan Balikpapan, tim biru selalu memenangkan debat. Tapi roda berputar, giliran kuning yang menang ! Hehehe 😀 Image

(Ketika Penyerahan hadiah dan Foto bersama)

Image

(Yeaay ! Trophy :D)

Setelah selesai bergelut dengan bahan bahan yang memusingkan, tiba kami di lantai dansa! Djarum emang begini, di akhir acara, pasti diputer lagu-lagu yang bisa membuat tangan, badan, pinggang bahkan jari anda bergoyang. Dari yang emang keliatan sering dugem, sampe ke yang berjilbab turun ke lantai. Disini semua perasaan kami tercurah, ada yang menitikkan air mata, ada yang begitu menghayati lagu, ada yang ga henti2nya memencet toblok kamera, dan lain sebagainya. Saya sendiri sibuk masuk ke kamera orang HAHAHA 😛 Tapi cuma sampe lagu ke tiga, anak anak Bandung udah disuruh pulang oleh pembina nya. YAAAAAAAAH , adalah satu kata yang tidak direncanakan namun diucapkan secara serentak oleh kami. Berpelukan, foto bareng, dan tuker-tukeran pin/nomer hape udah hal biasa ketika perpisahan. Rasanya begitu berat melihat mereka sudah pamit terlebih dahulu sementara kami masih di ruangan itu. Akhirnya ‘pesta’ tadi berakhir dengan sendirinya. Gue sendiri lebih memilih untuk packing ke kamar. Tapi perpisahan belumlah usai ! Kami merencanakan untuk berjalan dan berbelanja bersama di Malioboro siangnya.

Tiba-tiba, Sandy Ferianda (@sandyferianda) , bbm saya, dan menanyakan kapan kami dari Beswan Jogja bisa ketemu kalian dan jalan bareng. Pas saya bilang, kita cuma sampe sore ini jam 4, habis itu pulang. Mereka langsung meninggalkan urusan yang tadinya mau ke Desa Sodo beralih ke Aston hanya untuk ketemu bareng. Akhirnya mereka dateng !!! Awalanya yang dateng cuma Sandy dan Nilam. Saya sendiri sempet kaget pas si Nilam dateng, karena awalnya yang bilang bisa dateng cuma Sandy. Ah gapapalah, malah semakin rame semakin asik kan 😀 kami hanya dibatasi sampe jam 2 siang untuk berbelanja dan mengitari jalanan Malioboro. Sedangkan saat itu sudah menunjukkan pukul setengah 12! Tergesa-gesa adalah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana kejadian makan siang ketika itu. Ketika akan makan siang, datanglah Rama. Rama ini temen gue, temen baik gue di beswan djarum. (@Ramandhaaaa , go follow him ! :P) Tapi anak-anak Malang dan Makassar masih makan, jadi Palembang & Jogjakarta berangkat duluan.

So, saya, Gary, Rahman (keduanya dari Palembang), ditemenin Sandy Rama dan Nilam pergi ke Malioboro. Disana saya mencari oleh-oleh. Hal yang pertama saya cari adalah, oleh-oleh apa ya yang bagus untuk mama & papa? Hmm.. akhirnya ketemu ide. Saya mau oleh-olehin mama dan kakak-kakak saya yang perempuan daster tidur! Hehehe semoga nyenyak ya dipakai pas tidur 🙂 Lalu, apa ya untuk papa dan abang saya? Ketemulah ide untuk membelikan mereka celana pendek batik untuk tidur, atau se-enggak2nya baju tidur. Karena bahannya kurang enak, saya memutuskan beli baju tidur khas Jogja saja. Tapi, yang modelnya bagus cuma 1, yang mana itu untuk papa saya. Lalu untuk abang apa ya? Aha, saya belikan Bakpia Keju pasti dia suka. Saya beli aja deh banyak, sekalian untuk temen-temen dan orang orang di rumah. Sejauh ini sih pada bilang suka, hehe alhamdulillah 😀

Tapi, (ada tapinya nih), ada hal kurang mengenakkan ketika saya di jalanan Malioboro. Lagi lagi saya dicolek Banci / Bencong/ Bencol atau apalah namanya (you named it). Banci nya ada 2, waktu itu saya lagi jalan untuk cari oleh2, lewatlah kedua banci itu. Banci nya bener2 banci, yang perawakannya kurang lebih seperti ini :

Image

“ehh mas ganteeng, mau kemanaa” adalah kata-kata yang buat saya bergidik! Sialnya, temen temen saya malah ketawa dan pura pura ga liat saya. Sial ! Pura-pura cool adalah senjata yang tepat untuk menghindari banci itu. Setelah banci itu kabur, spontan langsung teriak saya. “AAAA!” hiiiii, seremmm!! Tips nih untuk kalian yang siapa tau suatu saat mengalami kejadian kayak saya. Bersikaplah tetap cool, dan jangan diladeni. Hiii~ serem kalo diinget-inget mah.

Akhirnya jam 2 merenggut kebahagiaan kita. Kita diharuskan berpisah di hotel ketika itu. Artis, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan profesi apa yang tepat ketika adanya perpisahan. Yak betul, kita pasti nanti diminta untuk foto bareng (Sebagai kenang-kenangan), “eh foto dulu yokk” , atau “dali, siniii, foto barengg” , dalem hati saya berfikir ( ga usah disuruh pun, sebenernya pasti saya akan nimbrung kok hahaha ) Setelah itu, anak anak Malang dan Makassar dijemput oleh travel, dan kami anak Palembang dijemput pihak Djarum untuk diantarkan menuju bandara. Hiks…

Peribahasa, waktu adalah uang , itu benar. Andai saja uang bisa membeli waktu, saya akan membeli waktu kemarin, dan mengulanginya lagi suatu saat nanti. Ketika rindu sudah membuncah, dan ketika rindu sudah menggerogoti pikiran.

Beswan Djarum, kalian sudah mendapatkan 1/12 dari kepingan hati yang saya miliki. Sampai tua selalu akan saya ingat. Terima kasih Beswan, Terima kasih Djarum 🙂

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | 1 Komentar